Notification

×

Iklan


Kemendukbangga/BKKBN Sulteng Gaungkan Gerakan SIDAYA dan GATI, Perkuat Ketahanan Keluarga

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-25T11:25:44Z
infoselebes.com, Palu – Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (SIDAYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Kamis (25/6).
‎Kegiatan tersebut dibuka secara Resmi oleh dr.Reny Lamadjido Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. dihadiri jajaran pemerintah daerah, ketua Tim Penggerak PKK, serta para lansia dan peserta GATI dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
‎Dalam Sambutanya Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, STP., M.M.,mengatakan peringatan HLUN dan Harganas menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa keluarga merupakan fondasi utama bangsa, sementara lansia merupakan sumber kebijaksanaan yang harus dihormati dan diberdayakan.
‎“Tema Harganas tahun ini adalah Ayah Wajib Hadir. Tema ini menekankan pentingnya kesadaran, komitmen, dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat serta para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan keluarga, khususnya melalui optimalisasi peran ayah dalam pengasuhan serta pemberdayaan lansia agar tetap tangguh dan produktif demi terciptanya generasi emas yang bebas stunting,” ujarnya.
‎Pada kesempatan itu, Nuryamin  juga melaporkan perkembangan program Sekolah Lansia yang saat ini telah berjalan di tujuh lokasi di Sulawesi Tengah. Program tersebut dirancang sebagai wadah pemberdayaan lansia melalui pertemuan rutin yang dipadukan dengan berbagai kegiatan sosial, kesehatan, keagamaan, dan rekreasi.
‎“Sekolah lansia ini bertujuan agar lansia tetap berdaya, tetap semangat, dan tetap sehat. Karena jumlah lansia terus meningkat seiring meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, maka kami berharap dukungan pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK untuk memperluas pembentukan sekolah lansia hingga minimal satu sekolah lansia di setiap kecamatan,” katanya.
‎Menurutnya, lansia yang sehat dan produktif akan memberikan dampak positif bagi keluarga sehingga anggota keluarga usia produktif dapat lebih fokus menjalankan aktivitas dan pekerjaannya.
‎Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido menyampaikan apresiasi kepada Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah atas penyelenggaraan kegiatan yang mengangkat isu lansia dan penguatan peran ayah dalam keluarga.
‎Ia menilai kehadiran aktif seorang ayah dalam proses pengasuhan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, termasuk dalam membangun rasa percaya diri dan kesehatan mental generasi muda.
‎“Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kehadiran ayah secara aktif dalam kehidupan anak mampu meningkatkan perkembangan intelektual. Anak-anak yang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya cenderung lebih percaya diri dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
‎Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda yang saat ini menjadi tantangan bersama. Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan ketahanan mental anak sejak dini.
‎Selain itu, ia mengapresiasi program Sekolah Lansia yang dinilai mampu menjaga produktivitas dan kebahagiaan para lansia setelah memasuki masa pensiun.
‎“Ketika seseorang berhenti bekerja dan tidak memiliki aktivitas, maka risiko stres akan semakin besar. Karena itu saya sangat sepakat dengan semangat yang tadi disampaikan para lansia, yakni ‘Depresi No, Kreatif Yes’. Lansia harus tetap aktif, tetap berkegiatan, dan tetap produktif,” katanya.
‎Melalui pelaksanaan SIDAYA dan GATI, Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah berharap terbangun kesadaran bersama tentang pentingnya menghormati dan memberdayakan lansia, sekaligus memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan guna mewujudkan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Red
Iklan-ADS

close
Banner iklan disini