infoselebes.com, Palu – Aliansi Buruh Tadulako yang terdiri dari tujuh serikat pekerja menggelar audiensi bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, pada Selasa (28/4/2026) di Palu. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha di daerah tersebut.
Audiensi dipimpin oleh Abdul Wahyudin, yang juga menjabat sebagai Ketua PW Federasi Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Sulawesi Tengah. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai strategis bagi penguatan hubungan industrial di provinsi tersebut.
Tujuh serikat pekerja yang tergabung dalam Aliansi Buruh Tadulako meliputi KSBSI, K-SBSI, KSPSI, FSP KEP, FSPMI, PPMI, serta FNPBI.
Dalam audiensi tersebut, aliansi buruh menekankan pentingnya penguatan LKS Tripartit Provinsi Sulawesi Tengah sebagai wadah dialog dan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan. Mereka menilai gubernur memiliki peran strategis sebagai ketua lembaga tersebut, yang terdiri dari unsur serikat pekerja, pemerintah, dan pengusaha.
Aliansi buruh juga menegaskan bahwa apabila terjadi persoalan ketenagakerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik, maka hal itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah dalam memastikan optimalnya fungsi LKS Tripartit.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungan penuh terhadap masukan yang disampaikan para serikat pekerja. Ia menginstruksikan kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi untuk segera menyusun rencana anggaran dalam rangka penguatan LKS Tripartit.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyatakan kesiapan memfasilitasi kebutuhan operasional lembaga tersebut, termasuk penyediaan gedung serta dukungan pengadaan kendaraan operasional guna menunjang aktivitas LKS Tripartit ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Anwar Hafid turut menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dapat dirayakan secara meriah oleh para pekerja di Sulawesi Tengah. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kaum buruh.
Audiensi ini dinilai menjadi langkah konkret dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan di Sulawesi Tengah, melalui kolaborasi erat antara buruh, pemerintah, dan pengusaha.





