Notification

×

Iklan


Kasus Dugaan Pelecehan di SDN 2 Dampelas, Dinas Pendidikan Turun Langsung, Pelaku Diduga Sudah Ditahan

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-15T15:03:41Z

infoselebes.com, Donggala -Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Donggala bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi kelas VI di SDN 2 Kecamatan Dampelas. Sekretaris Dinas, Ainun Karlina, mengungkapkan pihaknya telah turun langsung ke lapangan atas perintah kepala dinas.

“Kami sudah turun langsung dan mendatangi rumah korban. Namun saat itu korban tidak bisa ditemui karena masih berada di sekolah. Selain itu, pihak keluarga menyampaikan bahwa korban belum siap bertemu dengan banyak orang, apalagi orang yang belum dikenal,” ujar Ainun, Senin (15/4/2026).

Ia menjelaskan, pihak dinas akhirnya hanya dapat melakukan wawancara dengan kakak kandung korban untuk menggali informasi awal terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, upaya untuk menemui kepala sekolah dan guru yang diduga terlibat juga belum berhasil.

“Informasi yang kami terima dari koordinator wilayah menyebutkan bahwa kepala sekolah dan guru yang bersangkutan sudah diamankan di kepolisian. Karena itu, kami tidak sempat menemui mereka secara langsung,” jelasnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, pihak dinas berencana melakukan pengecekan langsung ke Polres Donggala. Ainun menegaskan, langkah ini penting sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menangani kasus tersebut.

“Insyaallah sore ini kami akan cek langsung ke Polres Donggala, memastikan apakah benar mereka telah ditahan atau tidak,” tegasnya.

Ainun juga menyoroti belum adanya laporan resmi yang masuk ke dinas terkait kasus tersebut. Padahal, menurutnya, informasi awal justru diterima dari pihak lain, termasuk dari Bupati Donggala, Vera Elena Laruni.

“Kami belum menerima laporan tertulis hingga saat ini. Bahkan kepala dinas pertama kali mengetahui kasus ini dari Ibu Bupati. Setelah itu baru ada informasi dari pihak lain, termasuk dari dinas pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya baru mengetahui kasus tersebut setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan mendapat laporan dari sejumlah kepala sekolah di wilayah Dampelas. Meski cuaca kurang bersahabat, tim dinas tetap turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.

“Kami tetap turun meski hujan, demi memastikan kondisi korban. Kami bertemu dengan kakak kandung dan keluarga korban di lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban berharap kasus ini ditangani secara serius dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada para pelaku.

Keluarga juga berharap pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap oknum yang terlibat. Bahkan, mereka secara terbuka meminta agar pelaku diberhentikan dari jabatannya jika terbukti bersalah. Alir

Iklan-ADS

close
Banner iklan disini