-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan-popup

Iklan

Iklan-ADS

Tag Terpopuler

Lembah Napu Sebagai Kawasan Pengembangan Tanaman Holtikultura

Senin, 04 Juli 2022 | Juli 04, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-04T07:41:37Z



infoselebes.com, Palu - Bertempat di ruang Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (4/7/2022) digelar rapat terbatas pengembangan pertanian Sulteng sebagai penyangga IKN.

 Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, bersama Tim Ahli Menteri Pertanian Erik Tamalagi , Memimpin Rapat Terbatas Pengembangan Pertanian Sulawesi Tengah sebagai Pengangga IKN , Ruang Kerja Gubernur* , Senin , 4 Juli 2022.

Rapat Terbatas tersebut dilaksanakan untuk mempersiapkan bahan Laporan kepada Menteri Pertanian Bapak Sahrul Yasin Limpo , terkait dengan kesiapan Pengembangan Kawasan Pangan Nusantara dan kesiapan Sulawesi Tengah sebagai Penyangga IKN.

Dalam kesempatanya, staf ahli Menteri Pertanian Erik Tamalagi menyampaikan beberapa amanat kepada Gubernur agar lokasi pengembangan kawasan pangan Nusantara, memiliki legalitas. Agar pengelolaannya dapat berjalan baik kedepan.
Negara Indonesia sesuai dengan pernyataan FAO, telah Swasembada Pangan. Karena sudah 3 Tahun tidak melakukan Impor pangan dari luar. Hal ini juga merupakan bagian Kontribusi besar dari Sulawesi Tengah.

Erik Tamalagi menyebut bahwa Napu sebagai Kawasan Pengembangan Tanaman Holtikultura, akan disupport oleh Kementrian Pertanian dan meminta Kerja sama BPPT dan Badan Litbang.
Sehingga bisa meningkatkan produktifitas pertanian Sulawesi Tengah dan juga dapat menciptakan varietes pertanian, perkebuna dan peternakan lokal yang unggul di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi wilayah pengembangan pertanian, perkebunan dan peternakan untuk mendukung swasembada pangan Nasional dan sebagai daerah penyangga IKN.

Menurutnya, profesi petani kedepan akan menjadi primadona. Karena dapat memberikan kesejahtraan kepada masyarakat. Sehingga provinsi sudah memberikan pelatihan melenial untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan moderen.
Gubernur meminta perhatian serius terhadap pengembangan potensi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

"Kedepan, Bappeda saya minta program - program yang tidak mendukung visi dan misi agar dialihkan kepada program unggulan untuk mewujudkan tercapainya bisi dan misi Gubernur," ucapnya.

Selain itu, ia juga meminta Badan Litbang dan Dinas Pertanian lakukan kerja sama riset untuk pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, untuk dapat menghasilkan Varitas baru yang memiliki hasil yang lebih optimal serta dapat mempersiapkan data yang dibutuhkan dalam pengembangan produktifitas pertanian untuk disampaikan pada pertemuan bersama Menteri Pertanian di Jakarta. 

Rapat terbatas tersebut diikuti , Stah Ahli Menteri Pertanian Erik Tamalagi, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Nelson Haitubun, Kepala BPPT Dr. Abdul Wahab, M.Si. Stap Ahli Gubernur Bidang Fiskal Rony Tanusaputra , Tim Ahli Gubernur Bidang Ketahanan Pangan , Pertanian , Perkebunan dan Holtikultura , Peternakan dan SDA, Moh. Hamdin , Kepala Sekretariat TA Gubernur , Andi Aril Pattalau.

Daftar Daftar
Daftar Daftar
Revisi Revisi