infoselebes.com, Palu – Semangat mewujudkan Kota Palu yang bersih, tertib, aman dan semakin maju terus digaungkan. Salah satunya datang dari Mariyadi, S.STP., M.Si, yang membawa slogan “Satpol PP Kota Palu sebagai Garda Terdepan Penertiban Trantibum Secara Humanis”.
Jebolan STPDN tahun 2004 itu menegaskan, pembangunan Kota Palu tahun 2026 diarahkan untuk mewujudkan kota yang mandiri, aman, nyaman, tangguh, serta profesional dalam pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
“Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan Kota Palu sesuai jargon Wali Kota Palu, yakni kota yang bersih, tertib, mengglobal dan melejit,” ujar Mariyadi, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, semangat “Bergerak Bersama” menjadi fondasi penting dalam membangun Kota Palu yang mantap, berkelanjutan, akseleratif, inovatif, dan kolaboratif menuju visi “Palu Melejit”.
Mariyadi mengungkapkan, dirinya telah aktif melakukan sosialisasi dan turun langsung menemui warga, baik di wilayah Kota Palu maupun daerah perbatasan seperti Kabupaten Donggala dan Sigi. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pembagian brosur ajakan menjaga kebersihan dan ketertiban kota.
Tak hanya itu, sosialisasi juga dilakukan melalui media massa, media cetak, hingga pemasangan stiker pada kendaraan warga yang secara sukarela menjadi pelopor kebersihan dan keamanan Kota Palu.
Dalam gagasannya, Mariyadi juga menyiapkan sejumlah inovasi jika dipercaya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu.
Salah satu program unggulannya adalah “Sapa Warga”, yakni pendekatan humanis Satpol PP dengan turun langsung menemui masyarakat, berdialog, mendengar persoalan di lapangan, sekaligus memberikan solusi secara cepat.
Selain itu, ia juga menggagas metode “PIKAT” melalui pemetaan titik-titik rawan permasalahan di Kota Palu. Program ini akan dijalankan secara kolaboratif bersama sejumlah OPD terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup untuk penanganan sampah, Dinas Sosial untuk persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan terkait penataan pedagang kaki lima (PKL).
Tak kalah penting, Mariyadi juga ingin menghadirkan konsep “Smart Pol PP”, yakni pelayanan Satpol PP berbasis teknologi untuk mempercepat penerimaan laporan masyarakat maupun penanganan berbagai persoalan ketertiban umum.
“Ke depan, Satpol PP Kota Palu harus menjadi pengayom masyarakat dan menjadi contoh penanganan masalah secara humanis, baik terhadap PKL, gepeng maupun persoalan sampah,” pungkasnya. Alir




