Notification

×

Iklan


‎Tanggul Jebol, 120 Rumah Terendam: Kapolsek Moutong Turun Tangan, Warga Diminta Siaga Banjir Susulan ‎

Kamis, 19 Maret 2026 | Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-19T16:51:21Z

Parigi Moutong – Banjir kembali menerjang wilayah Kecamatan Moutong setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu pegunungan pada Kamis (19/3/2026). Luapan Sungai Moutong yang tak terbendung, diperparah jebolnya tanggul di Dusun III Desa Lobu, menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan akses jalan lumpuh.

‎Peristiwa yang terjadi sejak pukul 12.30 WITA hingga sore hari itu merendam pemukiman di Dusun II, III, dan IV Desa Lobu serta Dusun I hingga IV Desa Moutong Utara. Ketinggian air mencapai 75 cm atau setinggi paha orang dewasa di beberapa titik, sementara di wilayah lain berkisar 50 cm.

‎Data sementara mencatat sekitar 50 rumah di Desa Lobu dan 70 rumah di Desa Moutong Utara terdampak banjir. Selain itu, ruas jalan desa turut terendam, menghambat aktivitas masyarakat. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa.

‎Kapolsek Moutong AKP Felix Alfons Saudale, SH., langsung turun ke lokasi bersama personel dan aparat desa untuk melakukan penanganan darurat, termasuk meninjau titik jebolnya tanggul dan berupaya mendatangkan alat berat guna menutup kembali aliran air.

‎Kapolsek Moutong AKP Felix Alfons Saudale menegaskan bahwa banjir ini dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu yang menyebabkan debit air Sungai Moutong meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman warga.

‎“Kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendatangkan alat berat untuk menutup tanggul yang jebol. Ini langkah darurat agar dampak banjir tidak semakin meluas,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa potensi banjir susulan masih sangat tinggi, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih berintensitas tinggi.

‎“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di bantaran sungai, agar tetap waspada. Banjir susulan sangat mungkin terjadi sewaktu-waktu. Segera amankan barang berharga dan prioritaskan keselamatan diri serta keluarga,” imbaunya.

‎“Diperlukan penanganan jangka panjang, terutama perbaikan tanggul dan normalisasi sungai. Kami juga berharap drainase di wilayah hilir dapat dibersihkan agar aliran air tidak terhambat,” tambahnya.

‎Di sisi lain, Bhabinkamtibmas terus dikerahkan untuk mendata kerugian warga sekaligus memberikan edukasi dan himbauan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana.

‎Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi semua pihak bahwa ancaman banjir di wilayah Moutong masih nyata. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak dan mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Iklan-ADS

close
Banner iklan disini