Infoselebes.com, Donggala - Seorang pegawai P3K di lingkungan Dinas Pariwisata akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan perselingkuhan dengan salah satu ASN di instansi tersebut yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
FA dengan tegas membantah seluruh tudingan yang menyebut dirinya memiliki hubungan khusus dengan AH, seorang pegawai negeri sipil di Dinas Pariwisata. Ia menyebut isu tersebut sebagai fitnah yang telah mencemarkan nama baiknya dan keluarga.
“Kami memang saling kenal karena sama-sama bekerja di Dinas Pariwisata. Saya sebagai operator, sementara pak AH sebagai pengurus barang. Namanya satu kantor dan satu tim kerja, tentu saling mengenal,” ujar FA saat memberikan klarifikasi, Kamis (14/5/2026).
FA juga membantah tudingan terkait adanya percakapan pribadi bernada mesra antara dirinya dan AH. Menurutnya, komunikasi yang terjadi hanya sebatas hubungan penjual dan pembeli.
“Saya sudah lama membuka usaha online sejak pascagempa 2018. Barang yang saya jual bermacam-macam, mulai dari kebutuhan barang hingga makanan. Pak AH pernah memesan barang kepada saya, jadi komunikasi kami hanya sebatas transaksi jual beli,” jelasnya.
Ia menilai isu perselingkuhan yang beredar telah berkembang liar tanpa dasar yang jelas.
“Tidak ada perselingkuhan seperti yang dituduhkan. Itu fitnah,” tegas FA.
Tak hanya itu, FA juga membantah kabar yang menyebut dirinya pernah bertemu dengan AH di kawasan Pusat Laut maupun di Kota Palu.
“Saya tidak pernah bertemu dengan pak AH di Pusat Laut ataupun di Kota Palu seperti yang dituduhkan. Itu juga tidak benar,” katanya.
Terkait gugatan cerai yang diajukan terhadap suaminya, HM, FA menegaskan persoalan rumah tangganya sama sekali tidak berkaitan dengan AH maupun isu perselingkuhan yang beredar.
“Gugatan cerai itu murni persoalan ekonomi rumah tangga. Selama 21 tahun bersama, saya sering memendam persoalan sendiri. Nafkah memang diberikan, tetapi sering dipersoalkan kembali. Itu yang saya rasakan selama ini,” ungkapnya.
FA juga menepis anggapan bahwa pengangkatannya sebagai pegawai P3K dibantu oleh pihak tertentu, termasuk mantan suaminya.
“Pengangkatan saya sebagai P3K murni hasil perjuangan sendiri, tidak ada campur tangan siapa pun,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, FA meminta pihak yang telah menyebarkan video maupun informasi terkait dirinya agar segera menghapus unggahan tersebut. Ia mengaku keberatan karena persoalan itu turut berdampak pada anak-anaknya.
“Saya sangat keberatan dengan video yang sudah diposting. Sebagai seorang ibu dan demi anak-anak, saya meminta agar video itu dihapus. Jika tidak, saya bisa menempuh jalur hukum dan melaporkannya kepada pihak berwajib,” pungkasnya. Alir




