Notification

×

Iklan

Iklan-ADS

Iklan

Iklan-ADS
DPRD BANGAI KEPUlauan

Gubernur Utus Ronny Tanusaputra Bawakan Materi Merajut Harmoni di tengah Kemajukan Masyarakat Sulteng di Gorontalo

Sabtu, 25 Februari 2023 | Februari 25, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-02-25T13:35:13Z


infoselebes.com , Palu - Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura  mengutus Tim Ahli Gubernur Bidang Fiskal dan Investasi dan merupakan pengurus Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado Ronny Tanusaputra, menyampaikan materi pemikiran Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura Dengan thema : “Merajut Harmoni di Tengah Kemajemukan Masyarakat Sulawesi Tengah," bertempat di Gorontalo, 26 February 2023.

Sulawesi Tengah merupakan meniatur Indonesia sangat majemuk eknik ,suku dan agama.

Sulawesi Tengah , memiliki luas wilayah 61,841 Km2, terdiri dari 12 Kabupaten dan 
1 Kotamadya dengan Jumlah Penduduk Sulawesi Tengah berdasarkan Data BPS 
tahun 2022 sebanyak, 3.054,020 jiwa.

Sebaran suku bangsa di Provinsi Sulawesi 
Tengah sangat beragam. suku mayoritas adalah suku asli setempat termasuk suku Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Bungku, Saluan, dan lainnya, (62,16%). 

Suku bangsa terbesar lainnya adalah suku Bugis sebanyak (15,62%), kemudian 
suku Jawa (8,42%), Bali (4,41%) dan Gorontalo (4,01%), selebihnya suku bangsa lainnya, minahasa , sasak, makassar , Sunda , Tionghoa , suku asal Nusa Tenggara Timur Sementara suku terbanyak asal pulau Sumatra adalah 
suku Batak dan Minangkabau Suku pendatang yang mendiami wilayah Sulawesi Tengah sudah membaur sejak awal abad ke 19.

Selanjutnya bahwa penduduk Sulawesi Tengah sebagian besar memeluk agama 
islam sebesar 67,37 %, Kristen Protestan Sebesar 16,58%, Agama Hindu 4,45%, 
Katolik Sebesar 1,85%, Budha 0,74%.

Penyebaran agama di Sulawesi Tengah berdasarkan sejarah , bahwa agama Islam 
disebarkan oleh Datuk Karama dan Datuk Mangaji.
Ulama dari Sumatra Barat dan 
selanjutnya diteruskan oleh Al Alimul Allamah Al- Habib As Sayyed Idrus bin Salim Aljufri seorang guru pada sekolah Al-Khairat yang pada saat ini diusulkan juga sebagai pahlawan Nasional.

Selanjutnya agama Kristen Protestan dan Katolik disebarkan di Kabupaten Poso, 
Donggala oleh misionaris Belanda A.C Cruyt dan Adrian yang saat ini sudah tersebar di setiap 12 Kabupaten dan 1 Kota , demikian juga Agama Hindu , Budha.

Namun demikian meskipun masyarakat Sulawesi Tengah mayoritas beragama Islam, tetapi tingkat toleransi beragama sangat Tinggi dan Semangat gotong royong sangat kuat dan sudah merupakan bagian kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.

Dengan melihat kemajemukan penduduk Sulawesi Tengah tepat pendapat dari 
Mahfud MD menegaskan, kunci keberhasilan dibangunnya keharmonisan di Indonesia adalah kita mau hidup bersama di dalam perbedaan dengan menyepakati tata nilai.

 “Tata nilai yang kita angkat berasal dari abstraksi segala perbedaan yang disebut ideologi, yaitu Pancasila,” terangnya dalam acara bertemakan ‘Mewujudkan Harmoni 
dalam Kebinekaan: Masalah dan Solusinya’ tersebut.

Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura sangat sependapat dengan Mahfud MD, Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa, tanpa Pancasila mungkin kita tidak akan utuh seperti ini sehingga kita bersyukur Negara Kita berdasarkan Pancasila dan dirumuskan bersama seluruh elemen pejuang bangsa sehingga terus kita bersatu untuk terus menyuarakan dan membumikan nilai nilai luhur Pancasila yang mampu mempersatukan kita didalam perbedaan.

"Kita harus bersyukur dengan kebhinekaan yang dimiliki, disatu sisi dapat menjadi 
kelebihan, keindahan dan juga kekayaan tersendiri tapi disisi lain bisa juga 
menjadi ancaman terutama dalam kehidupan beragama," kata Gubernur.

Salah satu ancaman 
Sulawesi Tengah saat ini memiliki pemimpin yang menaruh hatinya, pikirannya untuk membangun Sulawesi Tengah, mensejahterakan rakyat dengan tidak pernah membeda – bedakan masyarakatnya.

"Semua masyarakat Sulawesi Tengah sama di mata Gubernur," kata Rusdy Mastura.

Kebijakan tersebut menjadi pondasi yang kuat dan kokoh sehingga saat ini terwujud harmoni kebersamaan di tengah tengah kemajemukan yang ada. 

Pada kesempatan Itu juga Gubernur Sulawesi Tengah yang disampaikan Utusan Gubernur bahwa Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Dalam untuk Meningkatkan Moderasi Beragama dan Terus Menjaga Harmoni Kebersamaan Umat Beragama Antara Lain :
1. Melaksanakan Program Deradikalisasi sesuai dengan PP Nomor 77 Tahun 2019 , Yang dijalankan BNPT, TNI ,Polri. 
2. Memberikan Dukungan Untuk Kegiatan Keagamaan Yang Berkeadilan untuk Seluruh Umat Beragama.
3. Meningkatkan Program Pembauran Masyarakat di Tengah - Tengah Masyarakat.
4. Mendorong Peningkatan Program FKUB dalam meningkatkan Kerukunan Umat Beragama. (FKUB menyampaikan Perlunya Peningkatan Kerukunan Umat Beragama )
5. Melakukan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama.
6. Membentuk Kampung Kerukunan dan Kampung Moderasi Umat Beragama.
7. Membentuk Kampung Moderasi Beragama di Setiap Kabupaten.



Utusan Gubernur , Ronny Tanusaputra Tim Ahli Gubernur

DPRD Donggala

DPRD Donggala

close
Banner iklan disini