Notification

×

Iklan


Ritase Menurun, Sopir Kontainer Audiensi dengan Pelindo Bahas Pelayanan dan K3

Selasa, 27 Januari 2026 | Januari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T13:23:43Z

Palu, Senin (26/1/2026) — Serikat Buruh Transportasi Container Sulawesi Tengah (SBTCST) Federasi Nasional Pergerakan Buruh Indonesia (FNPBI) menggelar audiensi dengan PT Pelindo untuk membahas sejumlah persoalan yang dihadapi para sopir angkutan kontainer, khususnya terkait pelayanan operasional pelabuhan dan keselamatan kerja.

Audiensi ini digelar menyusul menurunnya ritase pengangkutan kontainer yang berdampak langsung pada produktivitas dan penghasilan sopir. Ketua SBTCST FNPBI, Moh Medianto, mengungkapkan bahwa sebelumnya para sopir mampu mengangkut kontainer sebanyak dua hingga tiga rit per hari. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah tersebut menurun drastis menjadi hanya satu rit per hari.

“Penurunan ritase ini tentu sangat dirasakan oleh para sopir. Karena itu, kami merasa perlu menyampaikan langsung keluhan dan aspirasi anggota kepada pihak Pelindo,” ujar Medianto.

Dalam pertemuan tersebut, PT Pelindo diwakili oleh Kepala Operasional Aris dan Koordinator Lapangan Kudrat Laubu. Pihak Pelindo menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi seiring dengan proses penyesuaian penerapan sistem dan aplikasi pelayanan baru yang diberlakukan secara nasional. Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap pengenalan dan pembelajaran bagi seluruh pihak terkait.

Pelindo juga menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan pelayanan. Salah satu langkah yang direncanakan pada tahun ini adalah pembangunan gate baru serta peningkatan sistem operasional guna memperlancar arus keluar-masuk kontainer dan meningkatkan efisiensi kerja para sopir.

Selain membahas pelayanan, audiensi juga menyoroti secara serius isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). PT Pelindo meminta SBTCST FNPBI sebagai organisasi yang menaungi sopir angkutan kontainer untuk turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada anggotanya, terutama terkait kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sejak memasuki hingga meninggalkan area Container Yard (CY).

Menanggapi hal tersebut, SBTCST FNPBI menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya peningkatan K3 di lingkungan pelabuhan. Organisasi buruh tersebut menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra konstruktif, tidak hanya dalam memperjuangkan hak-hak buruh, tetapi juga dalam mendorong terciptanya budaya kerja yang aman, tertib, dan profesional.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi yang intens dan kerja sama berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan kepelabuhanan yang optimal serta kondisi kerja yang aman dan manusiawi bagi para sopir angkutan kontainer.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara buruh transportasi kontainer dan PT Pelindo di Sulawesi Tengah.

Iklan-ADS

close
Banner iklan disini