infoselebes.com, Palu – Suasana khidmat menyelimuti Pantai Dupa, Kota Palu, Selasa (17/03/2026), saat umat Hindu dari berbagai wilayah berkumpul melaksanakan ritual Melasti sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi.
Kegiatan sakral ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, yang hadir langsung menyaksikan prosesi penyucian diri—sebuah tradisi spiritual yang sarat makna bagi umat Hindu sebelum memasuki hari suci.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Melasti tidak hanya memiliki nilai religius yang mendalam, tetapi juga menjadi warisan budaya yang memperkaya keberagaman di Kota Palu.
“Melasti merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi. Hari ini adalah wujud penyucian diri, pembersihan jiwa. Ini sangat luar biasa,” ujar Imelda.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah, mulai dari Melasti hingga puncak perayaan Nyepi, dapat berjalan lancar dan memberikan makna spiritual yang mendalam bagi umat Hindu.
“Semoga seluruh proses ibadah, baik hari ini, besok, hingga seterusnya, benar-benar menjadi pembelajaran spiritual yang memberi ketenangan dan kedamaian,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Imelda juga menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Palu, sekaligus menitipkan salam dari Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.
“Terima kasih atas undangannya. Salam hangat dari Wali Kota Palu, Bapak Hadianto Rasyid,” tuturnya.
Prosesi Melasti berlangsung dengan penuh kekhusyukan, diikuti ratusan umat Hindu yang datang dari berbagai penjuru Kota Palu dan sekitarnya. Selain sebagai ritual penyucian diri, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Palu sebuah nilai yang terus dijaga di tengah keberagaman.

